Cara Mengganti Tema di Windows 10

Kadang ada masanya kita merasa bosan dengan tema Windows 10 yang itu-itu saja. Nah untuk mengatasi kebosanan ini kita bisa menggantinya dengan tema lain untuk menghadirkan suasana baru.

Untungnya mengganti tema di Windows 10 caranya sangat mudah. Ada banyak sekali tema-tema cantik yang bisa kita dapatkan dengan gratis.

Kita bisa mendapatkan tema secara gratis langsung dari Microsoft Store tanpa harus mendownload file lain. Cara ini lebih gampang dan minim risiko menimbulkan error.

Cara mengganti tema di Windows 10

  1. Masuk ke menu Personalise

Pertama kita masuk dulu ke menu personalise, cara paling cepat adalah dengan klik kanan pada area kosong di desktop lalu pilih Personalise.

  1. Klik pada menu Themes

Selanjutnya klik Themes untuk masuk ke pengaturan tema di Windows 10

  1. Klik Get more themes in Microsoft Store

Untuk menginstall tema baru dari Microsoft Store kita langsung klik pilihan ini :

  1. Pilih tema yang diinginkan lalu klik Get untuk install

Kita akan dibawa ke jendela Microsoft Store, di sana ada banyak sekali pilihan tema gratis yang bisa kita install. Pilih tema yang kalian inginkan lalu klik Get untuk menginstallnya ke Windows 10.

  1. Kembali ke menu Themes lalu ganti dan aktifkan tema yang baru saja diinstall

Setelah tema berhasil didownload dari Microsoft Store, maka selanjutnya kita tinggal mengaktifkannya dari menu Themes. Selesai.

Sumber

Cara Download dan Install Driver Yang Cocok di Windows 10

Agar PC atau laptop kita dapat berfungsi dengan baik maka semua driver yang terinstall pada perangkat harus sesuai dengan versi nya masing-masing. Pada saat proses instalasi berlangsung, Windows 10 akan berusaha untuk mendeteksi semua perangkat keras yang ada di komputer kita lalu mencoba menginstall driver yang sesuai. Biasanya setelah melakukan update untuk pertama kali semua driver akan terinstall dengan baik dan komputer sudah siap digunakan, inilah salah satu kelebihan Windows 10 yang saya suka.

Akan tetapi hal seperti itu tidak selalu berjalan dengan mulus, terkadang ada saja satu atau dua perangkat seperti VGA, Sensor biometrik, Ethernet, atau Wi-Fi yang masih belum terinstall driverya. Hal ini bisa terjadi karena Windows 10 tidak mengenali perangkat tersebut atau karena tidak memiliki driver yang cocok di database mereka. Hal ini menyebakan perangkat tersebut tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan kita tidak bisa menggunakannya sebelum kita mencari dan menginstall driver yang tepat.

Lantas Bagaimana cara mencari dan menginstall driver yang tepat ? Nah pada kesempatan kali ini kami akan berikan tutorialnya.

Cara menemukan driver yang cocok di Windows 10

  1. Buka Device Manager

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuka program Device Manager di PC atau laptop yang Anda gunakan, program ini adalah alat yang berfungsi untuk mengatur semua driver yang ada di Windows 10. Caranya bisa dengan klik pada tombol Start > ketik Device Manager > pilih apaliksi Device Manager.

  1. Temukan driver yang belum diinstall

Setelah jendela Device Manager muncul, Anda akan melihat daftar device yang ada pada komputer. Yang perlu Anda lakukan adalah mencari perangkat yang belum terinstall atau bermasalah drivernya. Device yang drivernya belum terinstall biasanya bernama Unknown device, sedangkan driver yang bermasalah akan memiliki tanda seru berwarna kuning.

  1. Klik kanan pada driver

Selanjutnya klik kanan pada device tersebut.

  1. Selanjutnya pilih menu Properties

  1. Copy hardware id dari perangkat

Pada jendela Device Properties, klik pada tab Details. Kemudian Anda lihat pada bagian Properties, pilih pada Hardware Ids kemudian klik kanan pada baris kode yang pertama dan pilih Copy.

Paste kode tersebut di notepad, kemudian hapus karakter & SUBSYS_ dan seterusnya. Contoh pada gambar di atas kodenya adalah PC\VEN_1022&DEV_1456&SUBSYS_14561022&REV_00 MAKA YANG DIAMBIL HANYA PCI\VEN_1022&DEV_1456.

  1. Temukan driver yang cocok secara online

Setelah mendapatkan hardware id dari perangkat yang ingin dipasang drivernya maka tindakan selanjutnya adalah mencari dan menemukan driver yang cocok secara online. Anda bisa download dari salah satu situs berikut ini :

Saya contohkan misalnya menggunakan situs driverpacks.net, maka langkah pertama adalah buka dulu situs tersebut dengan menggunakan browser. Pada kolom pencarian paste kode hardware id

Setelah itu driver yang sesuai dengan hardware id akan muncul, Selanjutnya Anda bisa download driver tersebut.

Cara ini bisa anda terapkan di situs-situs lainnya, yang Anda perlu lakukan adalah paste kode hardwre id ke kolom pencarian kemudian klik Find/Search. Hasilnya mungkin akan muncul lebih dari satu, Anda bisa memilih yang sesuai dengan versi Windows yang digunakan.

  1. Install driver

Setelah menemukan driver yang cocok, selanjutnya Anda bisa install driver tersebut ke komputer seperti biasa.

  1. Restart Komputer

Langkah terakhir adalah restart komputer agar driver yang sudah diinstall bisa berjalan dengan baik. Setelah berhasil diinstall, selanjutnya Anda tinggal melakukan update driver setiap kali ada rilis pembaruan agar tetap kompatibel dan tidak ada bug.

Sumber

Cara Mematikan Update Otomatis Aplikasi di Google Playstore

Saat aplikasi yang terinstall di hp android kita sudah sangat banyak maka kapasitas update yang harus didownload akan semakin besar pula, membuat kuota internet boros dan cepat habis. Kamu mungkin sering mengalami tiba-tiba kuota internet habis padahal tidak menggunakannya untuk streaming atau download, rupanya baru ketahuan kalau ternyata terpakai untuk update semua aplikasi yang ada di Play Store setelah notifikasi muncul.

Hal ini menyebalkan sekali bukan ? Apalagi kalau jalannya update aplikasi di Play Store itu otomatis dan kadang-kadang tidak kita sadari, tahu-tahu notifikasi aplikasi sudah diupdate muncul, padahal kita tidak ingin melakukannya.

Memang benar melakukan update aplikasi di hp itu cukup penting untuk mendapatkan fitur baru dan mengatasi bug. Tapi kita juga tidak perlu untuk download update setiap hari, apalagi kalau kuota terbatas. Kita bisa melakukan update pada saat kuota sedang banyak dan hal ini tidak jadi masalah selama aplikasi-aplikasi tersebut masih bisa dijalankan.

Oleh karena itu kita perlu mematikan update otomatis yang ada di Play Store, pada kesempatan kali ini kami akan tunjukkan bagaimana caranya.

Cara Mematikan Update Otomatis Aplikasi hp Android di Play Store

  1. Buka aplikasi Google Play Store
  2. Tap pada tombol menu
  3. Pilih Settings
  1. Selanjutnya tap pada menu Auto-update apps
  1. Centang pada pilihan Don’t auto-update apps
  1. Tekan tombol DONE

Selesai, sekarang kita sudah berhasil mematikan update otomatis semua aplikasi yang ada di Play Store. Untuk melakukan Update maka kamu harus menggunakan cara manual yaitu dengan membuka Play Store > pilih My Apps > Update. Dengan cara ini kita bisa memilih aplikasi mana saja yang ingin diperbarui dan bukan semuanya sekaligus.

Jika kamu ingin update otomatis berjalan saat koneksi hp sedang terhubung ke Wi-Fi saja maka pada langkah terakhir di atas pilih opsi Over Wi-Fi Only. Pengaturan ini akan membuat update aplikasi yang ada di Play Store berjalan secara otomatis setiap kali hp terhubung ke Wi-Fi.

Sumber

Cara Membuat System Restore Point di Widows 10

System Restore Point adalah salah satu fitur backup yang cukup bermanfaat pada sistem Windows. Saat komputer kita error dan tidak menemukan solusinya, maka dengan menggunakan fitur ini kita bisa mengembalikan sistem pada keadaan di mana error belum terjadi.

Misalnya kita menginstall sebuah program baru, kemudian karena sesuatu hal komputer menjadi sering crash atau aplikasi lain jadi tidak bisa dibuka maka kita tinggal restore sistem menggunakan fitur ini dan error pun akan hilang. Bagi pengguna Windows 10, Sytsem Resotre Point juga bisa bermanfaat untuk mengatasi Microsoft Store yang tidak bisa dibuka atau error.

Intinya mengaktifkan fitur ini cukup penting agar tidak perlu panik saat komputer kita tiba-tiba error sementara pekerjaan yang harus diselesaikan sedang menumpuk. Jika sudah diaktifkan, kita bisa mengatasi error apa saja dengan menggunakan fitur ini. Pada kesempatan kali ini kami akan menunjukkan bagaimana caranya.

Cara Membuat System Restore Point

1 . Pastikan komputer dalam keadaan sehat

Sebelum membuat dan mengaktifkan System Restore Point, Hal pertama yang harus kita lakukan adalah memastikan tidak ada error pada Windows 10. Fitur ini bekerja dengan mengembalikan sistem ke keadaan sebelumnya pada saat sistem Windows kita sedang sehat, tidak ada error atau masalah lainnya.

2 . Masuk ke System Protetion

Selanjutnya buka Control Panel > System > System Protection, kemudian perhatikan pada bagian Protection Settings, di sana akan ada keterangan apakah System Restore Point sudah aktif atau belum. Kalau sudah aktif maka keterangannya adalah on, kalau belum keterangannya adalah off.

Pada contoh di atas System Restore Point belum diaktifkan, baik untuk drive C ( System ) maupun pada drive D ( data ). Jika pada kalian kasusnya sama seperti itu maka langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengaktifkannya terlebih dahulu.

Caranya klik pada drive C > klik Configure

Setelah jendela baru terbuka, pada Turn on system protection kemudian tentukan berapa besar kapasitas disk space yang akan kita gunakan untuk backup, saya contohkan misalnya 10%.

Berapa besaran disk space ini bebas saja, tidak ada patokan baku, semakin besar maka semakin banyak restore point yang bisa dibuat. Kalau space yang kita buat kecil, maka Windos akan menghapus restore point yang lama pada saat disk space penuh sementara kita ingin membuat restore pont yang baru.

Setelah selesai klik tombol OK.

Saat kembali ke jendela awal maka kita akan melihat keterangan pada drive C sudah berubah menjadi On. Ini artinya kita sudah bisa membuat System Restore Point pada Windows.

Kalau anda sudah mengaktifkan System Restore Point dengan benar maka akan terlihat seperti gambar di atas.

3 . Buat Restore Point

Masih pada jendela System Protection, klik tombol Create untuk membuat restore point baru. Setelah itu beri nama restore point yang akan dibuat kemudian klik tombol Create.

Tunggu hingga proses selesai.

4 . Cek Restore point yang sudah dibuat

Setelah proses berakhir kita bisa melihat restore point yang sudah dibuat tersebut dengan klik pada tombol System Restore Point > Klik Next.

Nanti akan terlihat daftar Restore Point yang ada pada sistem, Contohnya seperti pada gambar di bawah ini :

Bila dikemudian hari terjadi error pada Widows atau aplikasi yang ada di dalamnya maka kita bisa menggunakan restore point yang sudah dibuat ini untuk mengatasinya.

5 . Jadwalkan pembuatan restore point secara berkala

Pastikan kita membuat restore point secara berkala, buatlah restore point setelah menginstall aplikasi-aplikasi penting pada saat pertama kali Windows 10 diinstall ke komputer Anda. Jika suatu saat ada masalah pada sistem komputer, Anda dapat mengembalikannya ke posisi semula pada saat pertama kali Windows 10 terinstall di PC / laptop Anda.

Itulah cara untuk mengaktifkan dan membuat System Restore Point di Windows 10. Sangat Mudah bukan, ? selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Baca juga, Manfaat dan kegunaan system restore point di Windows 10

Sumber

Manfaat dan Kegunaan System Restore Point di Windows

Sebagai pengguna Windows yang aktif bekerja di depan PC dan laptop, Anda tentu tidak ingin kehilangan produktivitas karena error yang tiba-tiba muncul setelah menginstall sebuah aplikasi, salah menghapus data atau registry entry.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi kita bisa memanfaatkan sebuah fitur yang bernama System Restore di Windows yang berfungsi untuk mengembalikan komputer pada keadaan sebelumnya di mana Restore Point dibuat

Jadi ada dua istilah yang disebutkan di atas, yaitu System Restore dan Restore Point. Jika anda masih belum familiar dengan dua istilah ini, simak penjelasan berikut untuk memahaminya.

Pengertian System Restore dan Restore Point

System Restore adalah sebuat fitur di Windows yang bekerja dengan menyimpan backup (snapshot) data komputer secara keseluruhan pada waktu tertentu. Backup tersebut disebut sebagai Restore Point, fungsinya adalah untuk mengembalikan komputer pada keadaan terbaik saat Restore Point dibuat.

Jadi cara kerja System Restore di Windows ini mirip dengan tombol Undo. Contohnya jika ada error terjadi setelah Anda menghapus sebuah file system, atau setelah menginstall suatu aplikasi maka Anda tinggal menjalankan System Restore dan error tersebut akan hilang karena komputer sudah kembali seperti keadaan sebelumnya (Restore Point) sebelum Anda menginstall aplikasi tersebut.

Menjalankan System Restore tidak menghilangkan data pada drive lain, tapi semua aplikasi yang diinstall dan perubahan settingan setelah Restore Point dibuat akan terhapus.

Manfaat menggunakan System Restore Point

Meskipun System Restore merupakan fitur yang sudah ada sejak lama tapi masih banyak yang belum memanfaatkannya dengan maksimal, padahal menggunakan fitur ini bisa memberikan banyak manfaat. Jika Anda termasuk orang yang malas melakukan backup data setidaknya Anda membuat Restore Point, Jadi ketika ada error Anda tinggal menggunakannya tanpa harus install ulang.

Beberapa manfaat System Restore Point adalah :

1 . Mengatsi error setelah install aplikasi

Saat menginstall sebuah aplikasi baru, entah itu aplikasi yang memang Anda perlukan atau hanya sekedar mencoba terkadang error yang tidak diinginkan malah muncul. Contohnya seperti aplikasi lain yang jadi tidak bisa dibuka atau komputer yang jadi lambat karena aplikasi baru tersebut memakan terlalu banyak resoursce.

Untuk mengatasinya anda bisa menggunakan Restore Point yang dibuat sebelum menginstall aplikasi tersebut, cara ini lebih ampuh dari pada hanya uninstall secara manual. dengan menggunakan Restore Point semua file dan settingan yang dihasilkan dari aplikasi tersebut akan terhapus hingga bersih. Jika hanya uninstall secara manual terkadang masih ada file atau settingan sisa dari aplikasi yang tidak terlihat, nah dengan menggunakan Restore Point hal tersebut tidak akan terjadi.

2 . Mengatasi error setelah menghapus sebuah program

Masalah pada Windows juga sering terjadi setelah kita menghapus sebuah program tertentu. Saat kita tidak lagi membutuhkan sebuah program atau sekedar ingin sedikit mengosongkan ruang drive yang hampir penuh kita biasanya menghapus aplikasi yang dirasa kurang penting dan jarang digunakan.

Masalahnya setelah menghapus aplikasi tersebut malah terjadi error. Untuk mengatasinya kita bisa mengunakan System Restore. Setelah dijalankan maka proses uninstall aplikasi akan di “undo” dan komputer kembali lagi pada keadaan saat error belum terjadi. Setelah itu kita bisa menghapus program lainnya yang lebih aman dan tidak menimbulkan error.

3 . Mengatasi error yang tidak diketahui penyebabnya

Pasti anda pernah mengalaminya minimal sekali dalam menggunakan Windows. Secara tiba-tiba saja error yang tidak diketahui penyebabnya dan membuat kita bertanya-bertanya bagaimana cara untuk memperbaikinya. Daripada pusing dan mengganggu produktifitas kita dalam bekerja kita bisa mengatasinya dengan mudah jika sudah memiliki Restore Point yang dibuat saat komputer dalam keadaan sehat.

Error apapun itu, selama terjadinya setelah Restore Point dibuat akan hilang setelah kita melakukan roll back menggunakan fitur ini. Oleh karena itu membuat Restore Point sangat penting untuk menghemat waktu dan tenaga Anda berhadapan dengan masalah-masalah kecil yang mengganggu.

4 . Memperbaiki error tanpa harus install ulang

Sudah jadi hal yang lazim saat komputer mengalami masalah yang tidak diketahui penyebabnya kemudian untuk memutuskan install ulang saja. Hal ini memang mengatasi masalah karena komputer akan kembali pada keadaan fresh. Tapi ingat, install ulang artinya kita harus menginstall ulang semua program yang sudah ada, menginstall driver secara manual terutama yang tidak terdeteksi, download ulang update dan hal ribet lainnya.

Hal tersebut tidak perlu terjadi jika Anda memiliki Restore Point. Saat ada error yang membuat kita repot dan tidak tahu harus bagaimana untuk mengatasinya, maka Anda bisa menggunakan System Restore sebagai solusi yang ampuh. Dengan cara ini kita tidak perlu install ulang laptop / PC dan bisa banyak sekali menghemat waktu untuk kegiatan yang lebih produktif.

5 . Sebagai backup rutin

Manfaat System Restore yang terakhir adalah sebagai backup rutin. Setelah diaktikan, kita bisa menjadwalkan Restore Point secara otomatis pada rentang waktu tertentu. Dengan cara ini kita tidak perlu lagi melakukannya secara manual, dan bisa bekerja dengan tenang karena mengetahui System Restore akan menjadi pangaman sistem komputer kita dengan membuat backup secara berkala. Jika sewaktu-waktu ada masalah, kita tinggal menggunakan Restore Point dengan waktu pembuatan terbaru.

Setelah jadwal otomatis ditentukan maka System Restore akan terus berjalan melakukan backup sesuai dengan yang sudah kita tentukan. Selama ruang penyimpanan yang dialokasikan belum penuh maka kita akan mendapat beberapa versi Restore Point yang bisa digunakan sesuai kebutuhan. Hal ini akan sangat bermanfaat sekali terutama bagi Anda yang sangat aktif mencoba aplikasi-aplikasi baru atau utak-atik tampilan Windows. Kalau terjadi error maka kita tinggal undo menggunakan Restore Point

Itulah beberapa manfaat dan kegunaan System Restore Point di Windows dan mengapa membuatnya sangat penting. Semoga bermanfaat.

Sumber

Cara Backup Chat, Media, dan Kontak WhatsApp

Pada kesempatan kali ini saya akan sharing bagaimana caranya membuat backup chat dan kontak WhatsApp hanya dengan beberapa langkah yang mudah.

Agar chat WhatsApp tidak hilang saat kita ganti hp baru atau install ulang aplikasi WhatsApp maka kita harus membuat backup.

Backup WhatsApp ini juga akan sangat berguna kalau sewaktu-waktu hp kita hilang, error, atau rusak secara tiba-tiba, kita tidak perlu khawatir chat di WhatsApp juga ikut hilang karena nanti kita tinggal restore saja dan semua akan kembali seperti semula.

Cara membuat backup chat dan kontak WhatsApp

1 . Hubungkan WhatsApp dengan Google Drive

Pertama hubungkan dulu WhatsApp dengan akun google.

Caranya masuk ke menu Setting > Chats > Chat backup > Account. Login dengan akun google kalian, lalu pilih Allow (izinkan).

2 . Backup Chat

Setelah WhatsApp terhubung dengan google drive kita sudah bisa membuat backup. Caranya langsung saja tekan BACKUP.

Nanti secara otomatis semua pesan di WhatsApp akan diupload ke google drive.

3 . Backup Kontak

Selanjutnya kita akan membuat backup kontak WhatsApp yang ada di hp.

Untuk melakukannya kita bisa gunakan aplikasi Super Backup & Restore, aplikasi ini bisa diinstall dari playstore. Setelah diinstall jalankan aplikasinya, pilih Contacts > Backup All.

4 . Upload kontak ke Google Drive

Kontak yang sudah di backup menggunakan aplikasi Super Backup & Restore bisa langsung kita upload ke Google Drive.

Jadi nanti bisa dengan mudah kita restore kembali sewaktu-waktu dibutuhkan. Dengan menguploadnya ke Google Drive kita juga tidak khawatir lagi saat hp error atau hilang karena file kontak sudah tersimpan di Google Drive.

Masih di aplikasi Backup & Restore, pilih Contacts > Send To Cloud > Pilih file kontak yang sudah di backup tadi ( file dengan ekstensi .vcf ) > Send To Google Drive. Jika diminta permission pilih Allow.

Cara restore kontak dan chat WhatsApp

Cara restore chat WhatsApp ini sangat mudah. Setelah install aplikasi WhatsApp kita login menggunakan nomor kita seperti biasa, nanti saat ada pilihan untuk restore file dari Google Drive pilih restore.

Lalu login dengan akun google yang tadi kita gunakan. Jika diminta permission pilih Allow. Proses restore akan memakan waktu selama beberapa menit.

Cara restore kontak

Buka aplikasi Google Drive, lalu download file kontak yang sudah kita backup tadi. Buka file explorer di hp tempat file kontak yang sudah didownload tadi tersimpan, lalu tekan satu kali untuk memuat kembali kontak ke hp.

Jika kalian memiliki chat-chat penting di WhatsApp yang ingin tetap disimpan, maka kalian bisa melakukannya dengan menjalankan backup otomatis secara berkala.

Caranya dengan memilih Settings > Chats > Chat Backup > Backup to Google Drive > Pilih Weekly (mingguan) atau Monthly (bulanan).

Tujuannya adalah jika sewaktu-waktu terjadi error pada hp maka kita sudah punya cadangannya di Google Drive yang bisa kita kembalikan dengan mudah.

Baca juga, Cara Mengganti Nomor WhatsApp yang Sudah Tidak Aktif

Sumber

Cara mengganti Nomor WhatsApp yang Sudah Tidak Aktif

WhatsApp tetap bisa digunakan meskipun nomor yang ada di dalamnya sudah tidak aktif lagi, tapi kalau sewaktu-waktu hp kita error yang membuat kita harus reset ulang maka semua chat WhatsApp akan hilang karena kita tidak bisa login dengan nomor tersebut.

Mengapa tidak bisa login dengan nomor yang sudah tidak aktif ? Jelas saja tidak bisa, karena ketika login WhatsApp akan mengirimkan kode verifikasi via SMS ke nomor yang dipakai, kalau nomornya tidak aktif bagaimana mau menerima SMS ? Ya tidak bisa.

Jadi untuk mencegah agar chat kita yang sudah ribuan termasuk di dalamnya chat mengenai pekerjaan, info-info penting, atau percakapan lain yang ingin tetap kita simpan tidak hilang, maka nomor yang sudah tidak aktif tersebut sebaiknya diganti dengan yang baru.

Untungnya di Whatsapp sudah disediakan fitur untuk mengganti nomor, dan caranya juga sangat mudah. Hanya perlu beberapa langkah saja. Pada kesempatan kali ini saya akan tunjukkan bagaimana caranya.

Cara Mengganti Nomor WhatsApp

1 . Pastikan nomor yang baru dalam keadaan aktif

Langkah pertama adalah mengaktifkan nomor pengganti yang baru. Saat ini nomor perdana harus diaktivasi dulu menggunakan NIK KTP dan KK, aktifkan dulu nomor tersebut. Kalian bisa gunakan slot SIM 2 atau kalau tidak ada bisa gunakan hp lain. Intinya nomor harus aktif dan bisa menerima SMS verifikasi.

2 . Buka aplikasi WhatsApp lalu masuk ke Settings

Langkah kedua adalah buka aplikasi WhatsApp lalu ketuk icon titik tiga di pojok kanan atas > pilih Settings.

3 . Pilih Account

Setelah masuk ke menu Settings WA akan terlihat beberapa pilihan > ketuk pada pilihan Account.

4 . Pilih Change number

Pada settingan Account kita bisa mengatur berbagai hal mulai dari Privacy, Security, hingga menghapus akun. Untuk mengganti nomor WhatsApp lama ketuk pada pilihan Change number.

5 . Pilih Next

Selanjutnya akan muncul keterangan “Mengganti nomor WhatsApp akan memindahkan semua informasi akun, grup dan settingan. Sebelum mengganti nomor, pastikan nomor baru bisa menerima SMS atau telepon verifikasi. Jika anda memiliki nomor baru dan hp baru, maka pertama-tama ganti dulu nomor di hp yang lama.”

6 . Ganti nomor lama dengan yang baru

Masukkan nomor lama pada isian Old Phone number. Masukkan nomor baru pada isian New phone number, Ketuk NEXT. Selanjutnya teruskan hingga proses selesai.

Jika kalian ingin memindahkan akun WhatsApp ke hp yang baru, jangan lupa untuk membuat backup chat, media, dan kontak terlebih dahulu. Tujuannya agar nanti di hp yang baru kita bisa kembalikan lagi semua chat yang ada.

Itulah cara mudah mengganti nomor WhatsApp yang sudah tidak aktif dengan nomor yang baru. Semoga membantu.

Baca Juga, Cara menggunakan fitur Dark Mode di WhatsApp Android

Sumber

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai