Cara Mematikan Update Otomatis Aplikasi di Google Playstore

Saat aplikasi yang terinstall di hp android kita sudah sangat banyak maka kapasitas update yang harus didownload akan semakin besar pula, membuat kuota internet boros dan cepat habis. Kamu mungkin sering mengalami tiba-tiba kuota internet habis padahal tidak menggunakannya untuk streaming atau download, rupanya baru ketahuan kalau ternyata terpakai untuk update semua aplikasi yang ada di Play Store setelah notifikasi muncul.

Hal ini menyebalkan sekali bukan ? Apalagi kalau jalannya update aplikasi di Play Store itu otomatis dan kadang-kadang tidak kita sadari, tahu-tahu notifikasi aplikasi sudah diupdate muncul, padahal kita tidak ingin melakukannya.

Memang benar melakukan update aplikasi di hp itu cukup penting untuk mendapatkan fitur baru dan mengatasi bug. Tapi kita juga tidak perlu untuk download update setiap hari, apalagi kalau kuota terbatas. Kita bisa melakukan update pada saat kuota sedang banyak dan hal ini tidak jadi masalah selama aplikasi-aplikasi tersebut masih bisa dijalankan.

Oleh karena itu kita perlu mematikan update otomatis yang ada di Play Store, pada kesempatan kali ini kami akan tunjukkan bagaimana caranya.

Cara Mematikan Update Otomatis Aplikasi hp Android di Play Store

  1. Buka aplikasi Google Play Store
  2. Tap pada tombol menu
  3. Pilih Settings
  1. Selanjutnya tap pada menu Auto-update apps
  1. Centang pada pilihan Don’t auto-update apps
  1. Tekan tombol DONE

Selesai, sekarang kita sudah berhasil mematikan update otomatis semua aplikasi yang ada di Play Store. Untuk melakukan Update maka kamu harus menggunakan cara manual yaitu dengan membuka Play Store > pilih My Apps > Update. Dengan cara ini kita bisa memilih aplikasi mana saja yang ingin diperbarui dan bukan semuanya sekaligus.

Jika kamu ingin update otomatis berjalan saat koneksi hp sedang terhubung ke Wi-Fi saja maka pada langkah terakhir di atas pilih opsi Over Wi-Fi Only. Pengaturan ini akan membuat update aplikasi yang ada di Play Store berjalan secara otomatis setiap kali hp terhubung ke Wi-Fi.

Sumber

Cara Membuat System Restore Point di Widows 10

System Restore Point adalah salah satu fitur backup yang cukup bermanfaat pada sistem Windows. Saat komputer kita error dan tidak menemukan solusinya, maka dengan menggunakan fitur ini kita bisa mengembalikan sistem pada keadaan di mana error belum terjadi.

Misalnya kita menginstall sebuah program baru, kemudian karena sesuatu hal komputer menjadi sering crash atau aplikasi lain jadi tidak bisa dibuka maka kita tinggal restore sistem menggunakan fitur ini dan error pun akan hilang. Bagi pengguna Windows 10, Sytsem Resotre Point juga bisa bermanfaat untuk mengatasi Microsoft Store yang tidak bisa dibuka atau error.

Intinya mengaktifkan fitur ini cukup penting agar tidak perlu panik saat komputer kita tiba-tiba error sementara pekerjaan yang harus diselesaikan sedang menumpuk. Jika sudah diaktifkan, kita bisa mengatasi error apa saja dengan menggunakan fitur ini. Pada kesempatan kali ini kami akan menunjukkan bagaimana caranya.

Cara Membuat System Restore Point

1 . Pastikan komputer dalam keadaan sehat

Sebelum membuat dan mengaktifkan System Restore Point, Hal pertama yang harus kita lakukan adalah memastikan tidak ada error pada Windows 10. Fitur ini bekerja dengan mengembalikan sistem ke keadaan sebelumnya pada saat sistem Windows kita sedang sehat, tidak ada error atau masalah lainnya.

2 . Masuk ke System Protetion

Selanjutnya buka Control Panel > System > System Protection, kemudian perhatikan pada bagian Protection Settings, di sana akan ada keterangan apakah System Restore Point sudah aktif atau belum. Kalau sudah aktif maka keterangannya adalah on, kalau belum keterangannya adalah off.

Pada contoh di atas System Restore Point belum diaktifkan, baik untuk drive C ( System ) maupun pada drive D ( data ). Jika pada kalian kasusnya sama seperti itu maka langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengaktifkannya terlebih dahulu.

Caranya klik pada drive C > klik Configure

Setelah jendela baru terbuka, pada Turn on system protection kemudian tentukan berapa besar kapasitas disk space yang akan kita gunakan untuk backup, saya contohkan misalnya 10%.

Berapa besaran disk space ini bebas saja, tidak ada patokan baku, semakin besar maka semakin banyak restore point yang bisa dibuat. Kalau space yang kita buat kecil, maka Windos akan menghapus restore point yang lama pada saat disk space penuh sementara kita ingin membuat restore pont yang baru.

Setelah selesai klik tombol OK.

Saat kembali ke jendela awal maka kita akan melihat keterangan pada drive C sudah berubah menjadi On. Ini artinya kita sudah bisa membuat System Restore Point pada Windows.

Kalau anda sudah mengaktifkan System Restore Point dengan benar maka akan terlihat seperti gambar di atas.

3 . Buat Restore Point

Masih pada jendela System Protection, klik tombol Create untuk membuat restore point baru. Setelah itu beri nama restore point yang akan dibuat kemudian klik tombol Create.

Tunggu hingga proses selesai.

4 . Cek Restore point yang sudah dibuat

Setelah proses berakhir kita bisa melihat restore point yang sudah dibuat tersebut dengan klik pada tombol System Restore Point > Klik Next.

Nanti akan terlihat daftar Restore Point yang ada pada sistem, Contohnya seperti pada gambar di bawah ini :

Bila dikemudian hari terjadi error pada Widows atau aplikasi yang ada di dalamnya maka kita bisa menggunakan restore point yang sudah dibuat ini untuk mengatasinya.

5 . Jadwalkan pembuatan restore point secara berkala

Pastikan kita membuat restore point secara berkala, buatlah restore point setelah menginstall aplikasi-aplikasi penting pada saat pertama kali Windows 10 diinstall ke komputer Anda. Jika suatu saat ada masalah pada sistem komputer, Anda dapat mengembalikannya ke posisi semula pada saat pertama kali Windows 10 terinstall di PC / laptop Anda.

Itulah cara untuk mengaktifkan dan membuat System Restore Point di Windows 10. Sangat Mudah bukan, ? selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Baca juga, Manfaat dan kegunaan system restore point di Windows 10

Sumber

Manfaat dan Kegunaan System Restore Point di Windows

Sebagai pengguna Windows yang aktif bekerja di depan PC dan laptop, Anda tentu tidak ingin kehilangan produktivitas karena error yang tiba-tiba muncul setelah menginstall sebuah aplikasi, salah menghapus data atau registry entry.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi kita bisa memanfaatkan sebuah fitur yang bernama System Restore di Windows yang berfungsi untuk mengembalikan komputer pada keadaan sebelumnya di mana Restore Point dibuat

Jadi ada dua istilah yang disebutkan di atas, yaitu System Restore dan Restore Point. Jika anda masih belum familiar dengan dua istilah ini, simak penjelasan berikut untuk memahaminya.

Pengertian System Restore dan Restore Point

System Restore adalah sebuat fitur di Windows yang bekerja dengan menyimpan backup (snapshot) data komputer secara keseluruhan pada waktu tertentu. Backup tersebut disebut sebagai Restore Point, fungsinya adalah untuk mengembalikan komputer pada keadaan terbaik saat Restore Point dibuat.

Jadi cara kerja System Restore di Windows ini mirip dengan tombol Undo. Contohnya jika ada error terjadi setelah Anda menghapus sebuah file system, atau setelah menginstall suatu aplikasi maka Anda tinggal menjalankan System Restore dan error tersebut akan hilang karena komputer sudah kembali seperti keadaan sebelumnya (Restore Point) sebelum Anda menginstall aplikasi tersebut.

Menjalankan System Restore tidak menghilangkan data pada drive lain, tapi semua aplikasi yang diinstall dan perubahan settingan setelah Restore Point dibuat akan terhapus.

Manfaat menggunakan System Restore Point

Meskipun System Restore merupakan fitur yang sudah ada sejak lama tapi masih banyak yang belum memanfaatkannya dengan maksimal, padahal menggunakan fitur ini bisa memberikan banyak manfaat. Jika Anda termasuk orang yang malas melakukan backup data setidaknya Anda membuat Restore Point, Jadi ketika ada error Anda tinggal menggunakannya tanpa harus install ulang.

Beberapa manfaat System Restore Point adalah :

1 . Mengatsi error setelah install aplikasi

Saat menginstall sebuah aplikasi baru, entah itu aplikasi yang memang Anda perlukan atau hanya sekedar mencoba terkadang error yang tidak diinginkan malah muncul. Contohnya seperti aplikasi lain yang jadi tidak bisa dibuka atau komputer yang jadi lambat karena aplikasi baru tersebut memakan terlalu banyak resoursce.

Untuk mengatasinya anda bisa menggunakan Restore Point yang dibuat sebelum menginstall aplikasi tersebut, cara ini lebih ampuh dari pada hanya uninstall secara manual. dengan menggunakan Restore Point semua file dan settingan yang dihasilkan dari aplikasi tersebut akan terhapus hingga bersih. Jika hanya uninstall secara manual terkadang masih ada file atau settingan sisa dari aplikasi yang tidak terlihat, nah dengan menggunakan Restore Point hal tersebut tidak akan terjadi.

2 . Mengatasi error setelah menghapus sebuah program

Masalah pada Windows juga sering terjadi setelah kita menghapus sebuah program tertentu. Saat kita tidak lagi membutuhkan sebuah program atau sekedar ingin sedikit mengosongkan ruang drive yang hampir penuh kita biasanya menghapus aplikasi yang dirasa kurang penting dan jarang digunakan.

Masalahnya setelah menghapus aplikasi tersebut malah terjadi error. Untuk mengatasinya kita bisa mengunakan System Restore. Setelah dijalankan maka proses uninstall aplikasi akan di “undo” dan komputer kembali lagi pada keadaan saat error belum terjadi. Setelah itu kita bisa menghapus program lainnya yang lebih aman dan tidak menimbulkan error.

3 . Mengatasi error yang tidak diketahui penyebabnya

Pasti anda pernah mengalaminya minimal sekali dalam menggunakan Windows. Secara tiba-tiba saja error yang tidak diketahui penyebabnya dan membuat kita bertanya-bertanya bagaimana cara untuk memperbaikinya. Daripada pusing dan mengganggu produktifitas kita dalam bekerja kita bisa mengatasinya dengan mudah jika sudah memiliki Restore Point yang dibuat saat komputer dalam keadaan sehat.

Error apapun itu, selama terjadinya setelah Restore Point dibuat akan hilang setelah kita melakukan roll back menggunakan fitur ini. Oleh karena itu membuat Restore Point sangat penting untuk menghemat waktu dan tenaga Anda berhadapan dengan masalah-masalah kecil yang mengganggu.

4 . Memperbaiki error tanpa harus install ulang

Sudah jadi hal yang lazim saat komputer mengalami masalah yang tidak diketahui penyebabnya kemudian untuk memutuskan install ulang saja. Hal ini memang mengatasi masalah karena komputer akan kembali pada keadaan fresh. Tapi ingat, install ulang artinya kita harus menginstall ulang semua program yang sudah ada, menginstall driver secara manual terutama yang tidak terdeteksi, download ulang update dan hal ribet lainnya.

Hal tersebut tidak perlu terjadi jika Anda memiliki Restore Point. Saat ada error yang membuat kita repot dan tidak tahu harus bagaimana untuk mengatasinya, maka Anda bisa menggunakan System Restore sebagai solusi yang ampuh. Dengan cara ini kita tidak perlu install ulang laptop / PC dan bisa banyak sekali menghemat waktu untuk kegiatan yang lebih produktif.

5 . Sebagai backup rutin

Manfaat System Restore yang terakhir adalah sebagai backup rutin. Setelah diaktikan, kita bisa menjadwalkan Restore Point secara otomatis pada rentang waktu tertentu. Dengan cara ini kita tidak perlu lagi melakukannya secara manual, dan bisa bekerja dengan tenang karena mengetahui System Restore akan menjadi pangaman sistem komputer kita dengan membuat backup secara berkala. Jika sewaktu-waktu ada masalah, kita tinggal menggunakan Restore Point dengan waktu pembuatan terbaru.

Setelah jadwal otomatis ditentukan maka System Restore akan terus berjalan melakukan backup sesuai dengan yang sudah kita tentukan. Selama ruang penyimpanan yang dialokasikan belum penuh maka kita akan mendapat beberapa versi Restore Point yang bisa digunakan sesuai kebutuhan. Hal ini akan sangat bermanfaat sekali terutama bagi Anda yang sangat aktif mencoba aplikasi-aplikasi baru atau utak-atik tampilan Windows. Kalau terjadi error maka kita tinggal undo menggunakan Restore Point

Itulah beberapa manfaat dan kegunaan System Restore Point di Windows dan mengapa membuatnya sangat penting. Semoga bermanfaat.

Sumber

Cara Backup Chat, Media, dan Kontak WhatsApp

Pada kesempatan kali ini saya akan sharing bagaimana caranya membuat backup chat dan kontak WhatsApp hanya dengan beberapa langkah yang mudah.

Agar chat WhatsApp tidak hilang saat kita ganti hp baru atau install ulang aplikasi WhatsApp maka kita harus membuat backup.

Backup WhatsApp ini juga akan sangat berguna kalau sewaktu-waktu hp kita hilang, error, atau rusak secara tiba-tiba, kita tidak perlu khawatir chat di WhatsApp juga ikut hilang karena nanti kita tinggal restore saja dan semua akan kembali seperti semula.

Cara membuat backup chat dan kontak WhatsApp

1 . Hubungkan WhatsApp dengan Google Drive

Pertama hubungkan dulu WhatsApp dengan akun google.

Caranya masuk ke menu Setting > Chats > Chat backup > Account. Login dengan akun google kalian, lalu pilih Allow (izinkan).

2 . Backup Chat

Setelah WhatsApp terhubung dengan google drive kita sudah bisa membuat backup. Caranya langsung saja tekan BACKUP.

Nanti secara otomatis semua pesan di WhatsApp akan diupload ke google drive.

3 . Backup Kontak

Selanjutnya kita akan membuat backup kontak WhatsApp yang ada di hp.

Untuk melakukannya kita bisa gunakan aplikasi Super Backup & Restore, aplikasi ini bisa diinstall dari playstore. Setelah diinstall jalankan aplikasinya, pilih Contacts > Backup All.

4 . Upload kontak ke Google Drive

Kontak yang sudah di backup menggunakan aplikasi Super Backup & Restore bisa langsung kita upload ke Google Drive.

Jadi nanti bisa dengan mudah kita restore kembali sewaktu-waktu dibutuhkan. Dengan menguploadnya ke Google Drive kita juga tidak khawatir lagi saat hp error atau hilang karena file kontak sudah tersimpan di Google Drive.

Masih di aplikasi Backup & Restore, pilih Contacts > Send To Cloud > Pilih file kontak yang sudah di backup tadi ( file dengan ekstensi .vcf ) > Send To Google Drive. Jika diminta permission pilih Allow.

Cara restore kontak dan chat WhatsApp

Cara restore chat WhatsApp ini sangat mudah. Setelah install aplikasi WhatsApp kita login menggunakan nomor kita seperti biasa, nanti saat ada pilihan untuk restore file dari Google Drive pilih restore.

Lalu login dengan akun google yang tadi kita gunakan. Jika diminta permission pilih Allow. Proses restore akan memakan waktu selama beberapa menit.

Cara restore kontak

Buka aplikasi Google Drive, lalu download file kontak yang sudah kita backup tadi. Buka file explorer di hp tempat file kontak yang sudah didownload tadi tersimpan, lalu tekan satu kali untuk memuat kembali kontak ke hp.

Jika kalian memiliki chat-chat penting di WhatsApp yang ingin tetap disimpan, maka kalian bisa melakukannya dengan menjalankan backup otomatis secara berkala.

Caranya dengan memilih Settings > Chats > Chat Backup > Backup to Google Drive > Pilih Weekly (mingguan) atau Monthly (bulanan).

Tujuannya adalah jika sewaktu-waktu terjadi error pada hp maka kita sudah punya cadangannya di Google Drive yang bisa kita kembalikan dengan mudah.

Baca juga, Cara Mengganti Nomor WhatsApp yang Sudah Tidak Aktif

Sumber

Cara mengganti Nomor WhatsApp yang Sudah Tidak Aktif

WhatsApp tetap bisa digunakan meskipun nomor yang ada di dalamnya sudah tidak aktif lagi, tapi kalau sewaktu-waktu hp kita error yang membuat kita harus reset ulang maka semua chat WhatsApp akan hilang karena kita tidak bisa login dengan nomor tersebut.

Mengapa tidak bisa login dengan nomor yang sudah tidak aktif ? Jelas saja tidak bisa, karena ketika login WhatsApp akan mengirimkan kode verifikasi via SMS ke nomor yang dipakai, kalau nomornya tidak aktif bagaimana mau menerima SMS ? Ya tidak bisa.

Jadi untuk mencegah agar chat kita yang sudah ribuan termasuk di dalamnya chat mengenai pekerjaan, info-info penting, atau percakapan lain yang ingin tetap kita simpan tidak hilang, maka nomor yang sudah tidak aktif tersebut sebaiknya diganti dengan yang baru.

Untungnya di Whatsapp sudah disediakan fitur untuk mengganti nomor, dan caranya juga sangat mudah. Hanya perlu beberapa langkah saja. Pada kesempatan kali ini saya akan tunjukkan bagaimana caranya.

Cara Mengganti Nomor WhatsApp

1 . Pastikan nomor yang baru dalam keadaan aktif

Langkah pertama adalah mengaktifkan nomor pengganti yang baru. Saat ini nomor perdana harus diaktivasi dulu menggunakan NIK KTP dan KK, aktifkan dulu nomor tersebut. Kalian bisa gunakan slot SIM 2 atau kalau tidak ada bisa gunakan hp lain. Intinya nomor harus aktif dan bisa menerima SMS verifikasi.

2 . Buka aplikasi WhatsApp lalu masuk ke Settings

Langkah kedua adalah buka aplikasi WhatsApp lalu ketuk icon titik tiga di pojok kanan atas > pilih Settings.

3 . Pilih Account

Setelah masuk ke menu Settings WA akan terlihat beberapa pilihan > ketuk pada pilihan Account.

4 . Pilih Change number

Pada settingan Account kita bisa mengatur berbagai hal mulai dari Privacy, Security, hingga menghapus akun. Untuk mengganti nomor WhatsApp lama ketuk pada pilihan Change number.

5 . Pilih Next

Selanjutnya akan muncul keterangan “Mengganti nomor WhatsApp akan memindahkan semua informasi akun, grup dan settingan. Sebelum mengganti nomor, pastikan nomor baru bisa menerima SMS atau telepon verifikasi. Jika anda memiliki nomor baru dan hp baru, maka pertama-tama ganti dulu nomor di hp yang lama.”

6 . Ganti nomor lama dengan yang baru

Masukkan nomor lama pada isian Old Phone number. Masukkan nomor baru pada isian New phone number, Ketuk NEXT. Selanjutnya teruskan hingga proses selesai.

Jika kalian ingin memindahkan akun WhatsApp ke hp yang baru, jangan lupa untuk membuat backup chat, media, dan kontak terlebih dahulu. Tujuannya agar nanti di hp yang baru kita bisa kembalikan lagi semua chat yang ada.

Itulah cara mudah mengganti nomor WhatsApp yang sudah tidak aktif dengan nomor yang baru. Semoga membantu.

Baca Juga, Cara menggunakan fitur Dark Mode di WhatsApp Android

Sumber

Spesifikasi Minimum Windows 10 Untuk PC dan Laptop

Saat ini Windows 10 merupakan OS paling populer yang banyak digunakan di PC dan laptop.

Fitur yang ditawarkan memang lebih lengkap dan selalu update, Microsoft sendiri mengatakan jika Windows 10 merupakan seri terakhir dari OS Windows yang akan terus ditingkatkan tapi tidak naik versinya.

Saat migrasi dari Windows 7 atau 8 ke Windows 10 mungkin kalian akan merasakan banyak sekali perubahan, bahkan tak jarang laptop justru terasa lebih lemot dari biasanya.

Pada postingan cara mengatasi Windows 10 yang lambat saya sudah bagikan tips bagaimana untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Sekarang kita akan membahas spesifikasi minimum laptop dan PC agar bisa diinstall Widows 10 tanpa lag.

Spesifikasi minimum Windows 10 untuk PC dan Laptop

  • RAM : 1 GB untuk 32-bit dan 2 GB untuk 64-bit
  • Prosesor : 1 GHz atau SoC
  • Hard Disk : 16 GB untuk 32-bit dan 20 GB untuk 64-bit
  • Display : 800 x 600
  • Graphics card : DirectX 9 atau di atasnya dengan driver WDDM 1.0
  • Akun Microsoft
  • Koneksi Internet

Meskipun Windows 10 menggunakan teknologi terbaru dari Microsoft tapi spesifikasi minimun yang dibutuhkan tidaklah terlalu tinggi.

Windows 10 bisa digunakan pada laptop dan PC low end tanpa ada masalah selama kita bisa merawat sistemya dengan baik.

Spesifikasi minimum Windows 10 di atas merupakan spesifikasi paling mentok yang bisa kalian pakai, jika laptop atau PC kalian sudah sangat jadul dengan RAM yang cuma 512 MB maka lebih baik untuk menggunakan Windows XP saja.

Agar bisa menggunakan Windows 10 dengan lebih lancar tanpa gangguan, berikut ini adalah spesifikasi PC dan laptop yang direkomendasikan :

  • RAM : 4-8 GB
  • Prosesor : 2,5 GHz Dual Core atau di atasnya
  • Hard disk : 120 GB SSD
  • Display : 1920 x 1080 Full HD
  • Akun Microsoft
  • Koneksi Internet

Apakah Windows 10 bisa jalan di RAM 1 GB dengan lancar ?

Windows 10 32-bit bisa diinstall di PC dan laptop yang memiliki RAM 1 GB. Masalah lancar atau tidak tergantung bagaimana perlakuannya.

Jika semua efek animasi dan embel-embel Windows 10 yang tidak penting lainnya dimatikan, maka sistem akan menjadi lebih ringan.

Sebenarnya Windows 10 ini lebih ringan dari versi di bawahnya. Yang bikin berat itu adalah ftur-fitur auto sync, auto update, auto suggestion, dan efek-efek animasi yang tidak terlalu diperlukan.

Apakah Windows 10 bisa jalan tanpa dedicated VGA ?

Bisa. Kita bisa menginstall Windows 10 di laptop dengan spesifikasi standar (low end).

Tidak perlu menambah dedicated VGA karena Windows 10 bisa jalan di laptop atau PC yang hanya punya integrated VGA (VGA onboard).

Sekian dulu Postingan mengenai spesifikasi minimum Windows 10 pada kesempatan kali ini.

Baca juga, cara install Windows 10 di laptop jadul

Semoga membantu !

Sumber

Cara Mempercepat Windows 10 Yang Lambat

Kalian mungkin sering mengalami masalah Windows 10 yang jadi lelet, terutama yang mendapatkan Windows 10 dengan cara upgrade dari Windows 7 atau 8 akan terjadi banyak sekali bug.

Di postingan ini saya akan sharing bagaimana cara mempercepat Windows 10 yang lambat agar lebih ringan dan tidak lemot. Kita hanya perlu melakukan sedikit tweaking pada bagian-bagian penting yang paling menentukan performa Windows 10 kita.

1 . Hapus program bawaan yang tidak diperlukan dan program lama yang sudah usang

Saat menginstall Windows 10, ada banyak sekali program bawaan (native) yang ikut diinstall secara otomatis. Sebagian besar program ini sebenarnya tidak terlalu kita perlukan.

Terlebih lagi jika kalian mendapatkan Windows 10 dengan cara upgrade dari Windows 7 atau Windows 8, pasti akan ada banyak sekali program bawaan dari versi Windows lama yang masih “nyangkut” namun sudah tidak bisa digunakan lagi di Windows 10 karena masalah kompatibilitas.

Untuk meningkatkan performa Windows 10 kita agar lebih cepat maka program program ini sebaiknya dihapus. Perlu kalian ketahui, meskipun program bawaan ini tidak kita jalankan namun sebagian besar akan ikut di-load saat Windows 10 dimulai.

Program-program tersebut akan mengambil resource RAM dan CPU kita yang seharusnya bisa dialokasikan untuk pekerjaan lain yang lebih penting. Hal ini bisa saja menyebabkan Windows 10 jadi lambat, terutama jika spesifikasi minimum untuk Windows 10 kita pas-pasan.

Untuk menghapus program bawaan yang tidak penting bisa dilakukan lewat menu Apps & Features. Cara masuknya dengan mengetik “apps” pada kolom Windows search bar lalu pilih Add or remove programs.

Setelah masuk ke menu Apps & Features, kalian akan melihat list panjang program-program yang ada di Windows 10 kalian. Di menu ini semua program bawaan akan terlihat, silahkan pilih-pilih mana yang kira-kira tidak kalian perlukan lalu klik Uninstall.

Setelah dirasa semua program bawaan yang tidak penting dihapus, kalian juga bisa mengecek di Control panel > Program and Features. Di sana ada beberapa program lama yang tidak kompatibel lagi dengan Windows 10. Kalian bisa menghapusnya untuk mengosongkan lebih banyak space disk C dan meringankan beban RAM.

2 . Kurangi startup program yang tidak penting

Langkah kedua untuk mengatasi Windows 10 yang lambat adalah mengurangi program-program yang jalan ketika startup.

Saat Windows booting, secara otomatis semua startup program akan ikut dimuat. Jika terlalu banyak maka bisa menyebabkan loading Windows kita jadi lambat saat pertama kali menghidupkan laptop atau PC.

Untuk mengatasinya, kita harus mematikan startup program yang tidak terlalu penting. Caranya dengan membuka Task Manager > masuk pada tab Startup > sorot program yang ingin dimatikan > klik Disable > Restart PC / laptop.

Silahkan kalian pilah-pilah sendiri kira-kira startup mana yang memberatkan loading Windows dan tidak terlalu penting, lalu matikan semua.

Beberapa program yang membutuhkan proses sinkronisasi saat pertama kali dimulai seperti dropbox dan auto-updater sebaiknya dimatikan saja dari startup, karena bisa membuat Windows jadi lambat saat dihidupkan.

3 . Matikan power saver plan

Cara untuk mempercepat Windows 10 yang lambat selanjutnya adalah dengan mematikan fitur power saver di settingan power options laptop / PC kalian.

Fitur power saver ini memang berguna untuk menghemat baterai agar lebih awet, tapi fitur ini juga secara otomatis akan menurunkan performa Windows 10 kita dengan mematikan service-service yang oleh sistem dianggap tidak penting. Hal ini bisa membuat Windows sedikit lebih lambat dari biasanya.

Cara untuk mematikannya adalah dengan masuk ke Control Panel > Power Options > Pindahkan centang dari Power Saver ke Balanced.

Setelah itu kalian mungkin perlu restart dulu laptop / PC nya agar perubahannya bisa dirasakan. Nanti ketika diperlukan, misalnya ketika baterai laptop drop atau sedang berpergian maka fitur power saver ini bisa dihidupkan kembali.

4 . Disable transparency dan animations effects

Windows 10 memang hadir dengan desain dan efek animasi yang cantik, tapi kadang kehadirannya justru membuat sistem Windows kita menjadi lebih berat. Apalagi jika spesifikasi laptop atau PC kita pas-pasan, maka efek-efek yang sebenarnya tidak terlalu penting ini justru bisa membuat Windows jadi lemot.

Untuk mengatasinya kita perlu mematikan fitur efek animasi di Windows 10 yang tidak kita perlukan. Yang pertama perlu dimatikan adalah fitur Transparency effects, fitur ini berfungsi untuk memberikan efek tembus pandang pada tampilan menu Start dan jendela native Windows, fitur ini menurut kami tidak terlalu penting.

Cara mematikannya adalah dengan menemukan menu Themes and Settings > Colors > matikan Transparency effects > hapus centang pada opsi Show accent color on the following surfaces.

Selanjutnya kita juga perlu mematikan efek animasi yang berlebihan agar Windows kita bisa loading cepat. Efek-efek ini fungsinya hanya memberikan sentuhan animasi pada tampilan jendela dan bar pada Windows.

Cara mematikannya adalah dengan masuk ke menu Advanced System Settings. Langsung saja ketik “advanced” di Windows search bar lalu pilih menu View Advanced System Settings.

Nanti jendela baru akan terbuka, klik pada tab Advance > pada bagian Performance > klik Settings > pilih tab Visual Effects > centang pada opsi Adjust for best performance > OK

Setelah klik tombol OK mungkin Windows kalian membutuhkan waktu beberapa saat untuk mematikan efek animasinya, biarkan saja hingga selesai. jika terjadi not responding tunggu saja nanti akan hilang sendiri.

Setalah prosesnya selesai kalian mungkin akan melihat tampilan Windows yang jadi flat dan tidak ada efek animasinya, tapi kalian juga akan merasakan Windows yang jadi lebih cepat dan ringan dari sebelumnya karena RAM dan CPU yang tadinya dipakai untuk animasi sekarang bisa dialokasikan untuk aplikasi lain.

Selain mematikan fitur animasi, kalian juga disarankan agar tidak menggunakan tema Windows 10 yang berat. Saya sarankan untuk menggunakan yang bawaan saja, jangan install tema dari sumber yang tidak jelas.

5 . Matikan fitur search indexing di Windows Explorer

Windows 10 secara otomatis melakukan pengindeksan file -file yang ada di hard disk kita. Proses ini berjalan di background sehingga kita tidak bisa melihatnya.

Secara teori, search indexing ini memungkinkan kita untuk melakukan pencarian file di hard disk dengan lebih cepat. Tapi bagi kalian yang memiliki spesifikasi pas-pasan, fitur ini kadang justru membuat loading Windows 10 jadi lebih lambat dari semestinya. Apalagi jika file di hard disk kita sudah sangat banyak.

Untuk meningkatkan performa Windows 10 menjadi lebih cepat kita bisa mematikan fitur search indexing ini. Caranya dengan masuk ke menu Service, tekan tombol Windows + R ketik services.msc.

Kalian akan melihat banyak sekali service yang ada di sistem Windows, tarik ke bawah hingga menemukan service bernama Windows Search > klik kanan > pilih Properties > General > pada bagian Service status klik Stop > OK

Restart dulu komputernya.

Lalu masuk ke menu indexing Options, Caranya ketik “indexing” di Windows search bar lalu pilih Indexing Options > Modify > hapus semua centang pada opsi Change selected locations > OK.

6 . Matikan fitur Windows Tips and Tricks Suggestions

Cara mempercepat lading Windows 10 yang lambat selanjutnya adalah dengan mematikan fitur Tips and Trick Suggestions. Fitur ini sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan dan kadang justru membuat loading Windows 10 kita jadi lemot.

Cara untuk mematikannya adalah dengan masuk ke menu Notifications & actions, ketik “search” di Windows search bar > pilih menu Notifications and action settings > matikan fitur Get tips, tricks, and sugestions as you use Windows.

Pada opsi Show me the Windows welcome experience… juga bisa kalian matikan karena fitur ini tidak terlalu penting.

7. Kurangi durasi Boot Menu Time-Out

Untuk mempercepat loading Windows 10 pada saat pertama kali dihidupkan kita juga bisa mengurangi Time-Out pada Boot Menu.

Jadi pada saat booting, Windows secara otomatis memberikan kita waktu untuk mengakses Boot Menu; seperti pilihan untuk masuk ke safe mode atau recovery mode. Secara default waktu yang diberikan adalah 30 detik.

Untuk mempercepat laoding Windows saat dihidupkan kita bisa mengurangi durasi Time-out ini.

Caranya dengan masuk ke Advanced System Settings > pilih tab Advanced > pada opsi Startup and Recovery pilih Settings > turunkan durasinya jadi 10 detik > OK.

Berapa nilai yang tepat silahkan kalian sesuaikan sendiri, jika 10 detik dirasa terlalu cepat maka bisa dinaikkan jadi 15 detik. Setelah itu restart komputernya.

8 . Bersihkan system registry dan file sampah secara berkala

Untuk meningkatkan performa agar lebih kencang kita juga harus membersihkan file sampah di Windows 10 secara teratur. File-dile sampah seperti cache, file duplikat, temporary file, system registry, dan leftover file yang tidak dibersihkan bisa menumpuk dan membuat sistem menjadi berat. Akibatnya loading Windows 10 kita akan terasa lebih lambat dari seharusnya.

Untuk membersihkan file sampah ini kita bisa menggunakan aplikasi cleaner terbaik untuk Windows 10 yang bisa didapatkan secara gratis.

Di Windows 10 juga sudah tersedia aplikasi cleaner bawaan yang bisa digunakan untuk membersihkan file sampah di hard disk, namanya Storage Sense.

Cara menggunakan cleaner bawaan di Windows 10 ini sangat mudah, langsung ketik “storage” di Windows search bar lalu pilih menu Storage settings > pada bagian Storage sense > klik Free up space now.

Nanti Windows secara otomatis akan mendeteksi file-file sampah yang bisa dibersihkan, jika proses scanning sudah selesai klik tombol Remove file.

9 . Gunakan aplikasi booster saat bermain game berat

Untuk memperlancar game berat di Windows 10 kita bisa menggunakan aplikasi game booster seperti Razer Cortex Game Booster yang bisa didapatkan secara gratis.

Aplikasi game booster ini bekerja dengan cara membersihkan RAM dari program-program yang berjalan di background dan tidak terlalu diperlukan saat bermain game. Efeknya memang cukup terasa, apalagi kita punya RAM yang pas-pasan.

Setelah selesai bermain game. lakukan restore memory agar tidak terjadi error pada program lainnya.

10 . Update Windows Defender secara berkala

Salah satu penyebab loading Windows 10 yang lambat adalah infeksi virus dan malware di komputer kita.

Terkadang kita tidak sadar kalau Windows kita sudah terinfeksi, efek pertama yang dirasakan hanyalah loadingnya yang jadi lemot. kalau hal ini dibiarkan, akan membuat Windows jadi korup dan menyebabkan masalah lain yang lebih fatal seperti gagal startup atau blue screen.

Untuk menjaga Windows tetap bersih dari virus dan malware kita bisa mengandalkan antivirus bawaan yakni Windows Defender ini cukup ampuh untuk menangkal serangan virus.

Cara update Windows Defender bisa dilakukan lewat menu Windows Update Settings > Check for Updates.

Kalian bisa melakukan pengecekan secara manual untuk mendapatkan update dengan lebih cepat.

Itulah 10 cara mengatasi Windows 10 yang lambat dan lemot yang bisa saya berikan pada kesempatan kali ini. Meskipun menggunakan teknologi paling update, Windows 10 juga kadang-kadang bisa jadi sangat lemot. Semoga tips di atas bisa membantu teman-teman semua.

Baca juga, Cara mematikan update otomatis Windows 10

Sumber

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai