Kalian mungkin sering mengalami masalah Windows 10 yang jadi lelet, terutama yang mendapatkan Windows 10 dengan cara upgrade dari Windows 7 atau 8 akan terjadi banyak sekali bug.
Di postingan ini saya akan sharing bagaimana cara mempercepat Windows 10 yang lambat agar lebih ringan dan tidak lemot. Kita hanya perlu melakukan sedikit tweaking pada bagian-bagian penting yang paling menentukan performa Windows 10 kita.
1 . Hapus program bawaan yang tidak diperlukan dan program lama yang sudah usang
Saat menginstall Windows 10, ada banyak sekali program bawaan (native) yang ikut diinstall secara otomatis. Sebagian besar program ini sebenarnya tidak terlalu kita perlukan.
Terlebih lagi jika kalian mendapatkan Windows 10 dengan cara upgrade dari Windows 7 atau Windows 8, pasti akan ada banyak sekali program bawaan dari versi Windows lama yang masih “nyangkut” namun sudah tidak bisa digunakan lagi di Windows 10 karena masalah kompatibilitas.
Untuk meningkatkan performa Windows 10 kita agar lebih cepat maka program program ini sebaiknya dihapus. Perlu kalian ketahui, meskipun program bawaan ini tidak kita jalankan namun sebagian besar akan ikut di-load saat Windows 10 dimulai.
Program-program tersebut akan mengambil resource RAM dan CPU kita yang seharusnya bisa dialokasikan untuk pekerjaan lain yang lebih penting. Hal ini bisa saja menyebabkan Windows 10 jadi lambat, terutama jika spesifikasi minimum untuk Windows 10 kita pas-pasan.
Untuk menghapus program bawaan yang tidak penting bisa dilakukan lewat menu Apps & Features. Cara masuknya dengan mengetik “apps” pada kolom Windows search bar lalu pilih Add or remove programs.
Setelah masuk ke menu Apps & Features, kalian akan melihat list panjang program-program yang ada di Windows 10 kalian. Di menu ini semua program bawaan akan terlihat, silahkan pilih-pilih mana yang kira-kira tidak kalian perlukan lalu klik Uninstall.
Setelah dirasa semua program bawaan yang tidak penting dihapus, kalian juga bisa mengecek di Control panel > Program and Features. Di sana ada beberapa program lama yang tidak kompatibel lagi dengan Windows 10. Kalian bisa menghapusnya untuk mengosongkan lebih banyak space disk C dan meringankan beban RAM.
2 . Kurangi startup program yang tidak penting
Langkah kedua untuk mengatasi Windows 10 yang lambat adalah mengurangi program-program yang jalan ketika startup.
Saat Windows booting, secara otomatis semua startup program akan ikut dimuat. Jika terlalu banyak maka bisa menyebabkan loading Windows kita jadi lambat saat pertama kali menghidupkan laptop atau PC.
Untuk mengatasinya, kita harus mematikan startup program yang tidak terlalu penting. Caranya dengan membuka Task Manager > masuk pada tab Startup > sorot program yang ingin dimatikan > klik Disable > Restart PC / laptop.
Silahkan kalian pilah-pilah sendiri kira-kira startup mana yang memberatkan loading Windows dan tidak terlalu penting, lalu matikan semua.
Beberapa program yang membutuhkan proses sinkronisasi saat pertama kali dimulai seperti dropbox dan auto-updater sebaiknya dimatikan saja dari startup, karena bisa membuat Windows jadi lambat saat dihidupkan.
3 . Matikan power saver plan
Cara untuk mempercepat Windows 10 yang lambat selanjutnya adalah dengan mematikan fitur power saver di settingan power options laptop / PC kalian.
Fitur power saver ini memang berguna untuk menghemat baterai agar lebih awet, tapi fitur ini juga secara otomatis akan menurunkan performa Windows 10 kita dengan mematikan service-service yang oleh sistem dianggap tidak penting. Hal ini bisa membuat Windows sedikit lebih lambat dari biasanya.
Cara untuk mematikannya adalah dengan masuk ke Control Panel > Power Options > Pindahkan centang dari Power Saver ke Balanced.
Setelah itu kalian mungkin perlu restart dulu laptop / PC nya agar perubahannya bisa dirasakan. Nanti ketika diperlukan, misalnya ketika baterai laptop drop atau sedang berpergian maka fitur power saver ini bisa dihidupkan kembali.
4 . Disable transparency dan animations effects
Windows 10 memang hadir dengan desain dan efek animasi yang cantik, tapi kadang kehadirannya justru membuat sistem Windows kita menjadi lebih berat. Apalagi jika spesifikasi laptop atau PC kita pas-pasan, maka efek-efek yang sebenarnya tidak terlalu penting ini justru bisa membuat Windows jadi lemot.
Untuk mengatasinya kita perlu mematikan fitur efek animasi di Windows 10 yang tidak kita perlukan. Yang pertama perlu dimatikan adalah fitur Transparency effects, fitur ini berfungsi untuk memberikan efek tembus pandang pada tampilan menu Start dan jendela native Windows, fitur ini menurut kami tidak terlalu penting.
Cara mematikannya adalah dengan menemukan menu Themes and Settings > Colors > matikan Transparency effects > hapus centang pada opsi Show accent color on the following surfaces.
Selanjutnya kita juga perlu mematikan efek animasi yang berlebihan agar Windows kita bisa loading cepat. Efek-efek ini fungsinya hanya memberikan sentuhan animasi pada tampilan jendela dan bar pada Windows.
Cara mematikannya adalah dengan masuk ke menu Advanced System Settings. Langsung saja ketik “advanced” di Windows search bar lalu pilih menu View Advanced System Settings.
Nanti jendela baru akan terbuka, klik pada tab Advance > pada bagian Performance > klik Settings > pilih tab Visual Effects > centang pada opsi Adjust for best performance > OK
Setelah klik tombol OK mungkin Windows kalian membutuhkan waktu beberapa saat untuk mematikan efek animasinya, biarkan saja hingga selesai. jika terjadi not responding tunggu saja nanti akan hilang sendiri.
Setalah prosesnya selesai kalian mungkin akan melihat tampilan Windows yang jadi flat dan tidak ada efek animasinya, tapi kalian juga akan merasakan Windows yang jadi lebih cepat dan ringan dari sebelumnya karena RAM dan CPU yang tadinya dipakai untuk animasi sekarang bisa dialokasikan untuk aplikasi lain.
Selain mematikan fitur animasi, kalian juga disarankan agar tidak menggunakan tema Windows 10 yang berat. Saya sarankan untuk menggunakan yang bawaan saja, jangan install tema dari sumber yang tidak jelas.
5 . Matikan fitur search indexing di Windows Explorer
Windows 10 secara otomatis melakukan pengindeksan file -file yang ada di hard disk kita. Proses ini berjalan di background sehingga kita tidak bisa melihatnya.
Secara teori, search indexing ini memungkinkan kita untuk melakukan pencarian file di hard disk dengan lebih cepat. Tapi bagi kalian yang memiliki spesifikasi pas-pasan, fitur ini kadang justru membuat loading Windows 10 jadi lebih lambat dari semestinya. Apalagi jika file di hard disk kita sudah sangat banyak.
Untuk meningkatkan performa Windows 10 menjadi lebih cepat kita bisa mematikan fitur search indexing ini. Caranya dengan masuk ke menu Service, tekan tombol Windows + R ketik services.msc.
Kalian akan melihat banyak sekali service yang ada di sistem Windows, tarik ke bawah hingga menemukan service bernama Windows Search > klik kanan > pilih Properties > General > pada bagian Service status klik Stop > OK
Restart dulu komputernya.
Lalu masuk ke menu indexing Options, Caranya ketik “indexing” di Windows search bar lalu pilih Indexing Options > Modify > hapus semua centang pada opsi Change selected locations > OK.
6 . Matikan fitur Windows Tips and Tricks Suggestions
Cara mempercepat lading Windows 10 yang lambat selanjutnya adalah dengan mematikan fitur Tips and Trick Suggestions. Fitur ini sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan dan kadang justru membuat loading Windows 10 kita jadi lemot.
Cara untuk mematikannya adalah dengan masuk ke menu Notifications & actions, ketik “search” di Windows search bar > pilih menu Notifications and action settings > matikan fitur Get tips, tricks, and sugestions as you use Windows.
Pada opsi Show me the Windows welcome experience… juga bisa kalian matikan karena fitur ini tidak terlalu penting.
7. Kurangi durasi Boot Menu Time-Out
Untuk mempercepat loading Windows 10 pada saat pertama kali dihidupkan kita juga bisa mengurangi Time-Out pada Boot Menu.
Jadi pada saat booting, Windows secara otomatis memberikan kita waktu untuk mengakses Boot Menu; seperti pilihan untuk masuk ke safe mode atau recovery mode. Secara default waktu yang diberikan adalah 30 detik.
Untuk mempercepat laoding Windows saat dihidupkan kita bisa mengurangi durasi Time-out ini.
Caranya dengan masuk ke Advanced System Settings > pilih tab Advanced > pada opsi Startup and Recovery pilih Settings > turunkan durasinya jadi 10 detik > OK.
Berapa nilai yang tepat silahkan kalian sesuaikan sendiri, jika 10 detik dirasa terlalu cepat maka bisa dinaikkan jadi 15 detik. Setelah itu restart komputernya.
8 . Bersihkan system registry dan file sampah secara berkala
Untuk meningkatkan performa agar lebih kencang kita juga harus membersihkan file sampah di Windows 10 secara teratur. File-dile sampah seperti cache, file duplikat, temporary file, system registry, dan leftover file yang tidak dibersihkan bisa menumpuk dan membuat sistem menjadi berat. Akibatnya loading Windows 10 kita akan terasa lebih lambat dari seharusnya.
Untuk membersihkan file sampah ini kita bisa menggunakan aplikasi cleaner terbaik untuk Windows 10 yang bisa didapatkan secara gratis.
Di Windows 10 juga sudah tersedia aplikasi cleaner bawaan yang bisa digunakan untuk membersihkan file sampah di hard disk, namanya Storage Sense.
Cara menggunakan cleaner bawaan di Windows 10 ini sangat mudah, langsung ketik “storage” di Windows search bar lalu pilih menu Storage settings > pada bagian Storage sense > klik Free up space now.
Nanti Windows secara otomatis akan mendeteksi file-file sampah yang bisa dibersihkan, jika proses scanning sudah selesai klik tombol Remove file.
9 . Gunakan aplikasi booster saat bermain game berat
Untuk memperlancar game berat di Windows 10 kita bisa menggunakan aplikasi game booster seperti Razer Cortex Game Booster yang bisa didapatkan secara gratis.
Aplikasi game booster ini bekerja dengan cara membersihkan RAM dari program-program yang berjalan di background dan tidak terlalu diperlukan saat bermain game. Efeknya memang cukup terasa, apalagi kita punya RAM yang pas-pasan.
Setelah selesai bermain game. lakukan restore memory agar tidak terjadi error pada program lainnya.
10 . Update Windows Defender secara berkala
Salah satu penyebab loading Windows 10 yang lambat adalah infeksi virus dan malware di komputer kita.
Terkadang kita tidak sadar kalau Windows kita sudah terinfeksi, efek pertama yang dirasakan hanyalah loadingnya yang jadi lemot. kalau hal ini dibiarkan, akan membuat Windows jadi korup dan menyebabkan masalah lain yang lebih fatal seperti gagal startup atau blue screen.
Untuk menjaga Windows tetap bersih dari virus dan malware kita bisa mengandalkan antivirus bawaan yakni Windows Defender ini cukup ampuh untuk menangkal serangan virus.
Cara update Windows Defender bisa dilakukan lewat menu Windows Update Settings > Check for Updates.
Kalian bisa melakukan pengecekan secara manual untuk mendapatkan update dengan lebih cepat.
Itulah 10 cara mengatasi Windows 10 yang lambat dan lemot yang bisa saya berikan pada kesempatan kali ini. Meskipun menggunakan teknologi paling update, Windows 10 juga kadang-kadang bisa jadi sangat lemot. Semoga tips di atas bisa membantu teman-teman semua.
Baca juga, Cara mematikan update otomatis Windows 10
Sumber